Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.

MANAJEMEN RESIKO

0 Comments »

Cara-cara Manajemen Resiko :

1. Stop Loss / Stop Order Loss

Teknik ini merupakan teknik yang paling mudah dimana resiko yang kita ambil hanya sebatas berapa poin yang telah kita tentukan (misalnya 30 atau 50 poin dari harga yang kita ambil). Untuk menggunakan teknik stop loss kita memberikan stop order dibawah harga bila kita beli (buy order) atau diatas harga bila kita jual (sell order).

Contoh: Jika kita Buy USD/Yen 117.00 kita taruh stop loss / stop order sell di 116.50
Jadi bila harga turun ke 116.50 kita hanya rugi 50 poin.

2. Limit Order
Teknik ini merupakan teknik memesan order posisi di harga yang kita tentukan sendiri.Harga yang kita tentukan untuk masuk posisi buy atau sell, sehingga jika harga tersebut tidak tercapai maka kita tidak akan mengalami kerugian dan beban biaya. Limit order berlaku sampai dengan waktu penutupan New York Market (Good Till New York), penutupan market jumat (Good Till Friday), atau sampai limit tersebut dibatalkan (Good Till Cancel).

Contoh : Kita memasang limit order buy USD/Yen di 116.00 Kemudian harga hanya turun ke 116.50 lalu kembali naik ke 117.00, sehingga limit order tesebut tidak kena yang kemudian order tersebut dapat kita batalkan.

3. Hedging / Locking
Teknik ini merupakan teknik yang banyak digunakan trader, tetapi teknik ini harus digunakan dengan perhitungan yang matang. Teknik ini mengandung resiko dikarenakan kita harus menganalisa kapan kita membuka hedging / locking posisi tersebut. Kita juga akan dibebankan dengan biaya charge komisi dan interest swap 2 kali, sehingga dana kita harus cukup untuk membayar biaya tersebut. Teknik ini digunakan trader yang tidak ingin rugi sama sekali.

Contoh: Jika kita Buy USD/Yen 117.00 dan Sell USD/Yen di 116.90 kita membuka posisi buy 117.00 jika harga naik diatas 117.10 dan membuka posisi sell 116.90 jika harga turun di bawah 116.80.

4. Switching / Turn Over
Teknik merupakan teknik merubah posisi, dimana bila posisi yang kita buat salah kita membuang / melikuidasi posisi yang kita miliki dan mengganti dengan posisi baru yang berlawanan arah.

Contoh : Jika kita Buy USD/Yen 117.00 kemudian harga turun ke 116.80 kita melikuidasi posisi buy tersebut, kemudian mengambil posisi sell baru di 116.80.

5. Average
Teknik ini merupakan teknik koleksi posisi, dimana kita menambah posisi sama di harga yang berbeda. Teknik ini merupakan teknik yang membutuhkan modal besar, tetapi potensi keuntungan juga besar.

Contoh : Jika kita Buy USD/Yen 117.00 kemudian harga turun di 116.50 kita kemudian buy lagi diharga 116.50, dan jika harga turun lagi ke 116.00 kita buy lagi diharga tersebut, kemudian melepas posisi itu semua di jika harga naik ke 117.50.
2:36 AM

ANALISA FUNDAMENTAL

0 Comments »

DEFINISI

Analisis fundamental adalah analisis yang didasarkan pada situasi dan kondisi ekonomi, politik dan keamanan secara global dan juga tiap-tiap negara di dunia, terutama negara-negara pemilik mata uang kuat, seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Swiss,Jepang, China, Singapur, Australia dan New Zealand.

INFORMASI UNTUK ANALISIS FUNDAMENTAL

Setelah mengetahui, apa yang dimaksud dengan analisis fundamental, fungsi dan prosedurnya, kita bisa mengetahui bahwa bahan mentah untuk bisa melakukan analisis fundamental adalah informasi. Tetapi bukan sembarang informasi yang bisa dijadikan input bagi pembuatan analisis fundamental, melainkan informasi yang sudah diseleksi. Dengan kata lain, meskipun semua informasi memiliki peranan penting sebagai bahan untuk melakukan analisis fundamental, namun tidak harus menggunakan seluruh informasi tersebut. Analis yang bijaksana, biasanya hanya memilih informasi yang dianggap relevan dengan situasi ketika dia harus membuat analisis fundamental.

Jika demikian halnya, maka kita akan beruntung juga kalau mengikuti saran analis bijaksana tersebut, yaitu tidak memakai seluruh informasi untuk membuat analisis fundamental. Lalu informasi apa saja yang dianggap relevan tersebut ? Berikut disajikan daftar dan penjelasan informasi-informasi yang populer digunakan sebagai bahan pembuatan analisis fundamental.

1).Trade Balance/Visible trade (Neraca Perdagangan)

Merupakan selisih antara ekspor dan impor barang. Biasanya, trade balance tidak menghitung ekspor dan impor barang-barang tidak berujud atau jasa (invisible). Apabila nilai ekspor lebih be­sar dari pada nilai impor, maka trade balance dikatakan surplus. Kondisi ini akan menyebabkan nilai tukar mata uang negara yang surplus tersebut menguat. Jika ada informasi ini, maka po­sisi yang direkomendasi adalah open buy. Sebaliknya, bila defisit, open sell. Sebelum berita ini dirilis, diprediksi bisa mengambil profit sebesar 40 point.

2).lndustrial Production

Metode ini mengukur output dari industri-industri suatu negara. Indikatornya adalah peningkatan jumlah produksi dibanding periode sebelumnya, yang dinyatakan dalam persentase. Infor­masi yang di dapat adalah, jika terjadi kenaikan produksi maka menunjukkan adanya gairah ekonomi, sehingga penganguran menurun. Menurunnya tingkat pengangguran ini akan me­ningkatkan inflasi. Peningkatan inflasi akan melemahkan mata uang. Jika kita mendapat informasi seperti ini, maka posisi yang harus diambil adalah open sell. Sebaliknya, jika mendapati informasi penurunan produksi ambil posisi open buy. Sebelum berita ini dirilis, diprediksi bisa mengambil profit sebesar 40 point.

3). Producer Price Index (PPI Input)

Indeks ini mengukur perubahan harga atas bahan-bahan mentah yang digunakan dalam proses industri manufaktur. Indeks yang menurun menunjukkan adanya penurunan harga bahan-bahan mentah. Pada gilirannya ini akan menurunkan ongkos produksi. Informasi yang kita dapat dari penurunan ongkos produksi ini adalah menurunnya inflasi. Sedang analisis dari penurunan inflasi ini akan menurunkan nilai tukar mata uang. Dengan demikian, jika mendapati informasi tentang penurunan PPI input ini, posisi yang direkomendasikan adalah open sell, Jika sebaliknya, open buy. Sebelum berita ini dirilis, diprediksi bisa mengambil profit sebesar 40 point.

4). Producer Price Index (PPIOutput)

Indeks ini mengukur perubahan harga pada tingkat barang-barang setengah jadi dan barangjadi yang dihasilkan oleh imanufaktur. Kita lebih mengenal indeks ini sebagai inflasi. Indikator dan informasi yang diperoleh sama dengan PPI. Dengan demikian rekomendasi yang dihasilkan juga sama, yaitu open buy jika mendapati informasi tentang penurunan indeks PPi output. Sebelum berita ini dirilis, diprediksi bisa mengambil profit sebesar 40 point.

5). Retail Sales

Data ini memberikan informasi jumlah penjualan keseluruhan pengecer kepada konsumen. Jika terjadi peningkatan pada volume penjualan eceran ini menunjukkan adanya peningkatan demand. Peningkatan permintaan itu nantinya akan meningkatkan harga, yang kita mengerti sebagai peningkatan inflasi. Jika inflasi terjadi, maka nilai mata uang akan melemah. Hasil anali­sis dari informasi ini adalah jika terjadi peningkatan penjualan eceran, maka posisi yang dirokemendasikan adalah open sell. Sebaliknya, jika terjadi penurunan volume penjualan eceran, open buy. Sebelum berita ini dirilis, diprediksi bisa mengambil profit sebesar 50 point.

6). Unemployment Rate (Tingkat Pengangguran)

Data mengenai tingkat pengangguran ini berhubungan dengan inflasi. Secara teori, jika tingkat pengangguran tinggi mencer­minkan rendahnya inflasi. Teori ini juga diterjemahkan dalam praktik. Itulah sebabnya pengumuman mengenai tingkat pen­gangguran di AS selalu ditunggu. Sebab, jika tingkat penganggur­an tinggi, biasanya The Fed (Bank Sentral AS) akan menurun­kan suku bunga, agar investor bersedia melakukan investasi pada sektor riil. Selanjutnya, jika suku bunga diturunkan, maka ini akan meningkatkan inflasi. Yang terakhir ini bermuara pada melemahnya mata uang. Jadi, jika kita mendapati informasi tingkat pengangguran yang meningkat, maka posisi yang harus diambil adalah open buy. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran menurun, open sell. Sebelum berita ini dirilis, diprediksi bisa mengambil profit sebesar 80 point.

7). Nonfarm Payrolls

Data ini merupakan perubahan upah di sektor non-pertani­an, atau jelasnya sektor industri. Kenaikan upah di sektor ini menunjukkan indikator akan terjadi peningkatan permintaan. Selanjutnya, peningkatan permintaan ini akan meningkatkan inflasi. Seperti biasanya, inflasi akan memperlemah nilai tukar mata uang.Sebelum berita ini dirilis, diprediksi bisa mengambil profit sebesar 100 point.

Sebenarnya masih banyak lagi faktor fundamental yang harus dianalisis ( lihat tabel ), terutama non-economy, seperti keadaan politik suatu negara, kebijakan-kebijakan pemerintah (baik dalam negeri maupun luar negeri), keadaan geografis (ben­cana alam). Bahkan serangan teroris pun harus menjadi bagian informasi yang harus dianalisis.

Sumber Informasi Untuk Analisis Fundamental

Mengetahui informasi apa saja yang diperlukan untuk bisa melakukan analisis fundamental, memang sudah cukup membantu untuk menghasilkan analisis fundamental yang memadai. Tapi akan jauh lebih memudahkan dan menambah akurasi analisis jika informasi tersebut berasal dari sumber yang kredibel. Apalagi kalau sumber tersebut bisa menyajikan informasi yang banyak dan bervariasi. Adakah sumber informasi yang begitu bersahabat itu? Jika ada betapa beruntungnya kita.

Ok. Anda termasuk orang yang beruntung. Sebab Anda akan diberi “bonus” berupa sumber-sumber informasi yang kredibel tersebut. Anda tahu, pasar forex bereaksi secara langsung dan cepat terhadap informasi terkini. Jika Anda terlambat mengetahui informasi, ini ancaman besar bagi Anda. Sebab Anda akan terlambat bahkan salah dalam mengambil keputusan investasi. Ini berarti loss. Tapi ingat! Tidak semua informasi/berita terkini bisa digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis fundamental. Lalu informasi mana dan dimana kita bisa mendapatkan informasi terkini, yang bisa dipercaya, cepat diakses, dan mudah dimengerti?

Untuk sumber informasi terbaik untuk forex, umumnya berbahasa Inggris. Jika Anda tidak memiliki masalah dengan bahasa Inggris, Anda bisa mengakses beberapa website forex news yang terkenal, diantaranya www.forexnews.com, www.bloomberg.com, www.forexfactory.com, www.reuters.com. Selain website tersebut, informasi pendukung lain berupa berita yang berkaitan dengan forex, dapat Anda ketahui lewat saluran televisi seperti CNBC atau Bloomberg TV.

Untuk meyakinkan Anda, bahwa website tersebut benar-benar memenuhi harapan, berikut disajikan contoh tampilan website www.forexnews.com dan www.bloomberg.com.

Website forex news menyediakan akses suatu titik tunggal dari informasi online terdistribusi, seperti dokumen yang bisa didapat melalui mesin pencarian (search engine), kanal berita dan link ke situs-situs khusus.

Apakah tidak sulit menjelajah informasi forex di dunia maya itu-seperti yang terjadi pada dunia internet umumnya? Jangan khawatir. Kesulitan memang ada, tapi pengelola situs sudah berusaha membuat penggunanya tidak merasa kesulitan. Untuk memudahkan pengguna, biasanya pengelola menyediakan mesin pencarian yang berkemampuan memadai dan telah mengorganisasikan informasi dengan rapi dan sistematis.

Website Forex Berbahasa Indonesia. Sampai saat ini masih sedikit website forex news menggunakan bahasa Indonesia. Salah satu di antaranya yang dapat dijadikan sebagai contoh adalah www.vibiznews.com. Website ini menyediakan berita dan data terkini yang berguna untuk pembuatan analisis fundamental. Bukan hanya itu, website ini menyajikan berita-berita dan artikel mengenai komoditi berjangka, indeks harga saham, berita ekonomi secara umum, dan masih banyak lagi.

2:24 AM

ANALISA TEKNIKAL

0 Comments »

ANALISA TEKNIKAL


Analisis teknikal beranggapan bahwa analisis fundamental terlalu bervariasi dan pemakaiannya sulit diperhitungkan. Selain itu, infor­masi berita hanyalah penyebab dan bukan penentu arah pergera­kan harga. Oleh karena itu orang beranggapan bahwa cara analisis yang paling tepat adalah dengan mempelajari tingkah laku dari para pelaku pasar dan ini tercermin didalam pola grafik harga.

Faktanya juga tidak ada perbedaan antara harga turun karena pe­nawaran yang berlimpah atau karena tindakan sepihak dari industri keuangan yang menekan harga uang. Tidak ada pula perbedaan ka­rena kondisi politik, pertimbangan ekonomi, atau likuidasi posisi beli investor untuk kebutuhan dana tunai.

Analisis teknikal mengamati pembentukan grafik harga dengan berbagai varian yang mungkin terjadi dibandingkan dengan perila­ku harga sebelumnya. Sekalipun analis teknikal mempertimbang­kan data-data statistik lainnya, namun perangkat utama analisis adalah pada grafik harga yang dianggap dapat memenuhi prediksi harga terkini dan kecenderungannya.

Tujuan pokok mengamati grafik adalah:

  • Secepat mungkin menemukan kecenderungan harga.
  • Memperkirakan kemungkinan waktu dan jarak kecenderungan itu.
  • Memilih saat yang paling menguntungkan untuk masuk dan keluar pasar.

Bagi analis teknikal, berlaku semboyan “harga tanpa pergera­kan cenderung bertahan (diam tanpa gerakan), sedangkan harga yang bergejolak, cenderung akan tetap bergejolak.” Mereka berburu kesempatan isyarat perubahan harga dari keadaan diam menjadi bergejolak atau saat kecenderungan harga berbalik arah atau gejolak harga berakhir tanpa gerakan.

Pelaku yang selalu siaga akan mengamati setiap pergerakan har­ga agar berpeluang meraih keuntungan sewaktu harga naik atau turun. Jika membuka posisi beli, ia bersiap-siap mencari saat yang tepat untuk mengubahnya menjadi posisi jual. Perubahan itu bisa terjadi dalam hitungan menit hingga jam, tapi bisa juga memakan waktu lebih lama, misalnya berminggu-minggu hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Namun, kewaspadaan harus tetap terpelihara karena perubahan arah kecenderungan harga pasti akan terjadi jika saatnya tiba.

Dalam perkembangan investasi modern, nampaknya keputusan investasi lebih banyak mengandalkan analisis teknikal dari pada analisis fundamental, terutama untuk keputusan investasi jangka pendek seperti forex. Menurut Meyers, ini terjadi karena, pergerakan harga sekuritas-termasuk mata uang-bukan lagi secara random, melainkan secara berulang dan membentuk pola tertentu yang dapat diidentifikasi.

DEFINISI

Meyers yang banyak menggunakan aplikasi komputer dalam melakukan analisis teknikal dan banyak dikutip oleh majalah bisnis terkemuka, seperti Wall Street Journal, Financial Time, Fortune dan lain sebagainya mendefinisikan analisis teknikal sebagai studi tentang sekuritas secara individual dan pasar sebagai keseluruhan berdasar supply dan demand. Yang menjadi data utama dalam analisis teknikal adalah harga dan volume perdagangan historis. Atas dasar data ini dicoba diplot dalam suatu chart, yang bisa dilihat trennya.

PRINSIP

Sebelum menggunakannya dalam praktik, ada baiknya memahami prinsip-prinsip yang mendasari analisis teknikal ini. Di antara pakar memang tidak ada saling kesepakatan mengenai jumlah prinsip yang harus dipenuhi. Namun, paling tidak ada tiga prin­sip yang bisa digunakan sebagai patokan dalam memahami analisis teknikal, yaitu:

1. Refleksi semua kejadian

Segala sesuatu yang terjadi yang bisa mempengaruhi-baik yang rasional maupun irasional- sudah direfleksikan dalam harga yang terbentuk. Jadi, mengapa suatu kurs mata uang menguat atau melemah atau berada pada angka tertentu adalah suatu fakta yang tidak bisa diperdebatkan. Yang menjadi patokan para analis teknikal adalah “nilai” sesungguh­nya suatu mata uang adalah ditentukan oleh kekuatan permin­taan dan penawaran yang tercermin pada kurs mata uang. Para analis tidak mempedulikan apa yang jadi penyebab perubahan permiintaan dan penawaran-misalnya akibat inflasi- melainkan hanya peduli apa yang terjadi pada harga. Jika permintaan me­ningkat dan penawaran menurun atau tetap, maka harga akan naik, dan akan terjadi kebalikannya jika kondisinya berbalik.

2. Trend

Harga bergerak dalam suatu tren, dan tren ini tidak mun­gkin dimanipulasi. Jika tren memang bergerak ke arah naik, ti­daklah mungkin membuatnya turun, kecuali dalam suatu titik tertentu akan terjadi puncak untuk kemudian berbalik arah (re­versal). Untuk mempermudah pemahaman mengenai prinsip kedua ini, gerakan harga bisa dianalogikan dengan gerakan mo­bil. Jika kita mengemudikan mobil, maka kita akan memulai­nya dengan kecepatan minimal. Setelah memasuki arah yang dituju maka kecepatan mobil akan maksimal. Kemudian, untuk berbalik arah tentu tidaklah mungkin langsung membalik. Ka­rena itu kita akan memperlambat laju mobil, kemudian secara perlahan berbalik arah. Kurs mata uang juga demikian. Awalnya akan bergerak ke satu arah (naik atau turun), kemudian membu­at sebuah tren. Tren ini akan terus berusaha menuju arah yang dituju (dalam analogi mobil kita, ditunjukkan dengan makin cepatnya mobil bergerak), sampai harga bergerak melambat dan memberi sinyal bahwa harga akan berbalik, sebelum akhirnya harga bergerak menuju arah sebaliknya. Di sini akan dimulai tren baru, dan rangkaian peristiwa perjalanan tren akan berulang kembali.

3. Selalu berulang

Aksi pasar (market action) selalu berulang. Artinya, para analis teknikal percaya bahwa setiap investor akan mengulangi tindakan yang sama jika kondisi pasar yang terjadi juga sama. Keadaan ini biasanya dipetakan dalam suatu dia­gram yang populer dengan sebutan chart (sehingga para analis teknikal sering juga disebut sebagai chartist). Chart itu akan membentuk suatu pola yang selalu berulang. Pola inilah yang dimanfaatkan para chartist untuk memprediksi gerakan harga di­masa mendatang. Banyak sekali bentuk pola ini, misalnya head and shoulder, flag, sideway dan masih banyak lagi.
PROSEDUR

Analisis teknikal dilakukan dengan menggunakan gra­fik yang menjelaskan pergerakan harga dan volume pada masa yang lampau untuk meramalkan pergerakan harga pada masa yang akan datang. Grafik yang digunakan secara umum adalah grafik garis (line chart), batang (barchart) dan candlestick chart . Periode atau waktu yang pas bagi analisis teknikal adalah jangka pendek sampai panjang. Seperti telah disebutkan dalam definisi analisis teknikal, analisis teknikal lebih tepat digunakan untuk investasi jangka pendek. Namun, bukan berarti analisis teknikal ti­dak bisa digunakan untuk menganalisis investasi jangka panjang. Pendek kata analisis teknikal bisa digunakan untuk menganalisis investasi jangka pendek, seperti hitungan jam atau menit, jangka menengah (harian), dan jangka panjang (mingguan dan bulanan).

METODE

Setelah kita mengetahui prosedur analisis teknikal, se­karang bagaimana caranya melakukan analisis? Ada banyak metode yang digunakan para chartist dalam melakukan analisis teknikal. Ba­hkan, kalau Anda mau, bisa membuat sendiri metode khusus untuk investasi Anda sendiri.Prinsipnya adalah menemu­kan pola pergerakan dari mata uang yang kita transaksikan. Mes­kipun analisis teknikal bisa dilakukan secara manual, akan sangat membantu jika kita bisa menggunakan software yang banyak dijual di pasar. Ada, banyak software yang bisa dipakai, dan yang paling populer adalah metastock. Di dalam software metastock ini terdapat banyak sekali metode yang dibuat standar. Kita bisa menggunakan salah satu di antaranya, atau melakukan modifikasi. Berikut disaji­kan contoh metode yang sudah standar.

1. Trendline

Metode ini memetakan pola pergerakan mata uang dengan me­lihat tren dari pergerakan tersebut. Dalam metode trendline ini, ada tiga pola pergerakan, yaitu up trend. downt trend dan sideway.

Up trend (bullish market). Pola ini ditandai keadaan di mana tren kurs mata uang sedang bergerak naik. Jika pola ini yang sedang berlangsung, kita dapat melakukan open position dengan beli (buy), dan kemudian menutup posisi dengan jual (sell). Keuntungan kita adalah selisih antara harga pada saat kita menutup posisi beli (saat menjual) dengan harga pada saat kita melakukan open position beli.

Down trend (Bearish Market). Pola ini membentuk tren mata uang sedang bergerak turun. Jika pola ini yang sedang terjadi, kita dapat membuka posisi dengan jual lebih dulu (short selling), dan kemudian menutup posisi tersebut dengan beli (buy). Keuntungan kita adalah selisih antara harga pada saat kita menutup posisi jual (dengan membeli) dengan harga pada saat kita membuka transaksi dengan posisi jual.

Sideway. Pola ini menunjukkan keadaan dimana tren mata uang bergerak turun dan naik antara support dan resistant dalam satu pe­riode tertentu. lni disebabkan adanya market yang libur terutama market Amerika. Bila pola ini sedang berlangsung, posisi yang tepat untuk diambil adalah wait and see.

a. Support

Metode ini mendasarkan pada suatu batas bawah, yaitu se­kelompok harga-harga terendah yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Sekelompok harga ini kemudian membentuk suatu kekuatan harga yang disebut support level yang sulit untuk dila­lui oleh pergerakan harga masa berikutnya. Jika support level ini tertembus, maka harga akan cenderung menurun lebih dalam. Metode support level ini mempunyai tingkatan-tingkatan mulai support 1, support 2, support 3 dan seterusnya. Jika salah satu tingkatan tertembus, investor bisa menggunakan tingkatan berikutnya sebagai dasar untuk memantau pola pergerakan harga. Pada kondisi ini, posisi yang dianjurkan adalah open sell. Sebaliknya jika harga tidak mampu menembus support tingkatan berikut, besar kemungkinan terjadi reversal, harga menguat. Pada kondisi ini, posisi yang dianjur­kan adalah open buy.

b. Resistant

Pola ini adalah kebalikan dari support, yaitu sekelompok harga-­harga tertinggi yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan mem­bentuk suatu kekuatan harga yang disebut resistant level. Resistant level ini sulit untuk dilalui oleh pergerakan harga masa berikut­nya. Seperti halnya support, resistant juga rnempunyai tingkatan-­tingkatan, dan kaidah yang berlaku juga sama, yaitu bila salah satu tingkatan tertembus, ada kemungkinan kecenderungan harga menaik terus berlangsung, mendekati tingkatan berikut­nya. Bila pola ini yang terjadi, posisi yang dianjurkan adalah open buy. Sebaliknya, jika resistant level berikutnya tidak tertembus, ada kemungkinan terjadi rever­sal, harga berbalik arah, menurun. Jika pola ini yang terjadi, po­sisi yang dianjurkan adalah open sell

2. .Moving Average

Trend harga rata-rata penutupan pada interval waktu tertentu.

3. Relative strength index (RSI)

Metode ini memberikan informasi seberapa besar tekanan jual atau tekanan beli terhadap posisi transaksi suatu mata uang. Indikator RSI ini adalah antara 0% sampai 100%. Apabila RSI mendekati angka 20% atau sama dengan, atau lebih kecil, kondisi ini disebut oversold (terjadi tekanan jual) Posisi yang dianjurkan adalah open buy. Sebaliknya, apabila RSI mendekati 80 %, atau sama dengan, atau lebih kecil, kondisi ini disebut overbought (terjadi tekanan beli). Posisi yang direkomendasikan adalah open sell.

1:33 AM

KELEBIHAN FOREX

0 Comments »

KELEBIHAN FOREX

Investasi melalui Forex On-line Trading (FOT) perlu mendapat catatan tersendiri, karena memiliki banyak kelebihan, dan merupakan Investasi pada masa milenium. Sama seperti investasi di komoditi berjangka karena FOT memang termasuk future trading investasi di FOT memiliki fasilitas Leverage dan Two Ways Opportunity, yaitu investor hanya menyetor modal sebesar margin 4-10% dari total investasi yang diperlukan, sedang kemungkinan mendapatkan keuntungan bisa datang dari dua kesempatan, yaitu saat nilai tukar mata uang yang kita pegang menguat maupun melemah.

Selain itu, investor juga dapat secara aktif mengendalikan sendiri risiko investasinya menjadi minimal. Dari segi arus dana juga sama cepatnya dengan komoditi berjangka.

Kelebihan lain investasi Forex Online Trading adalah:

1. Tingkat Leverage. Tingkat leverage di komoditi berjangka umumnya 20: 1, sedangkan tingkat leverage di FOT 100: 1

2. Tingkat Likuiditas. Besarnya volume trading per hari di FOT yang mencapai USD1.5 triliun membuat tingkat likuiditas di forex jauh lebih besar dari perdagangan manapun.

3. Waktu Perdagangan. Luasnya jangkauan perdagangan FOT mengglobal membuat waktu perdagangan FOT 24 jam sehari, tidak ada henti-hentinya, sedangkan waktu perdagangan di saham dan komoditi berjangka hanya 7 jam sehari.

4. Free Real time Quotes. Di dalam FOT, investor diberikan fasilitas berupa informasi pergerakan harga yang real time, terus menerus selama 24 jam secara gratis yang dapat diakses dari internet, sedangkan di perdagangan saham dan komoditi berjangka konvensional, tidak memberikan fasilitas ini.

5. Guaranteed Limited Risk. Tidak seperti diperdagangan komoditi berjangka yang konvensional, di mana investor dapat mengalami kerugian lebih besar daripada dana yang disetornya, didalam FOT, investor dijamin tidak akan mengalami kerugian melebihi dari dana yang disetornya.

1:21 AM

FOREIGN EXCHANGE

0 Comments »
Pasar forex adalah pasar adalah pasar terbesar didunia,yang setara atau lebih dari $1.9 triliun Nilai perdagangan yang terus berputar,lebih besar tiga kali lipat dari jumlah agregat gabungan pasar ekuitas dan treasury.Tidak seperti pasar finansial lainnya,pasar forek tidak memiliki wujud fisik dan tidak ada pusat pengendalinya.Pasar ini beroprasi melalui jaringan global antar bank-bank korporasi maupun indivdu yang melakukan transaksi suatu mata uang ditukar dengan mata uang lain. Dengan tidak adanya perdangan secara fisik membuat pasar forex dapat beroprasi selama 24 jam,Berputar dari satu daerah ke daerah lain yang masih dalm lingkup pusat finasial

KEUNTUNGAN BERTRANSAKSI FOREX

* YANG TERBESAR UNTUK JUMLAH PESERTA DAN JUMLAH TRANSAKSI.
* LIKUIDITAS YANG TINGGI DAN EKSEKUSI YANG SEKETIKA.
* PASAR YANG BEROPRASI SELAMA 24 JAM.
* TIDAK ADA BATAS WAKTU UNTUK MENAHAN SUATU POSISI.

PERDAGANGAN MARJIN/MARGIN TRADING

Perdagangan margin adalah perdagangan yang dilakukan dengan modal pinjaman.Secara umum nilai kontraknya sebesar 1 lot adalah sama dengan US 100.000, tetapi untuk membuka marjin tersebut hanya diperlukan 1 % hingga 10 % dari nilai marjin sesungguhnya,tergabung dari mata uang yang di perdagangkan.perdagangan Marjin membuat kita dapat melakukan leverage terhadap sebuah posisi.

CONTOH DARI SEBUAH PERDAGANGAN FOREX

Beli EUR 1 lot pada harga 1.2700 (posisi baru)

€100,000 x 1.2700 = $ 127,000,-

Jual kembali Euro 1 lot pada harga 1.2800 (likuid)

€100,000 EUR x 1.2800=$ 128.000,-

Profit = US $ 1,000 (Profit)

Asumsi : 1 EURO = 1.2500 USD

US $ 1.000 Apabila di konversi dalam Euro, maka keuntungan yang ada akan menjadi EUR 800

Apabila 100% marjin digunakan, maka nasabah harus melakukan deposit sebesar 100.000 Euro ke rekening pialangnya.

ROI = 800/1,000=0,8 %

Akan tetapi, apbila marjin 1% digunakan, hanya 1.000 Euro diperlukan untuk investasi.

ROI = 800/1.000 = 0,8 %
7:54 AM

WELCOME TO MY BLOG

0 Comments »
WELCOME TO MY BLOG
3:01 AM